Rabu, 04 November 2009

Saat Cinta Berpaling



Di Kostan, malam minggu…jomblo, Cuma tiduran saja sambil dengerin musik, Setiap malam minggunya mesti begitu. Kalo udah pulang kerja gitu capek banget, mau keluar jalan-jalan udah malas. Temen aku yang cantik Tika, dia mau comblangin aku dengan temannya pacarnya. Akh..boleh aja, nggak nolak gitu kataku.

Malam minggu berikutnya memang benar, begitu sepulang kerja, aku disambut Tika dengan senyum-senyum. “Mbak….ini loh, ada temennya Mas Aji, mau kenalan” Kata Tika. Aku yang baru pulang kerja, masih belum konsen, masih lusuh, dekil akhirnya ke kamarnya dan kenalan dengan temannya itu, yang ternyata temannya pacarnya. “Doni” begitu cowok itu memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangan tanda perkenalan. “Dinda” jawabku sambil membalas jabatan tangannya. Mm…lumayan juga sih nich cowok pikirku, sama seperti tipe cowok yang aku suka, Rambutnya Gondrong, Item Manis dan Tinggi. Akh, tapi apa dia mau sama aku ? pikirku dalam hati, jadinya begitu kenalan aku langsung pamit ngacir ke kamarku, takut ntar kalo-kalo aku ntar jadi suka sama tuh cowok. Lebih baik menjaga perasaan aku aja, takut patah hati…atau cinta bertepuk sebelah tangan gitu deh.

Tidak lama kemudian, Tika memanggilku “ Mbak….Doni mau pulang nich”. Aku segera keluar kamar dan sekedar basa-basi dengannya. Bingung juga mau ngomong apa. “Mau Pulang yach Don? Akhirnya Cuma pertanyaan itu yang keluar dari bibirku. “ Iya” jawab Doni, kulihat dia sedikit salah tingkah gitu. Oh…iya…hati-hati yach Don. Kataku. “Pulang Dulu Dinda” pamit Aji, pacarnya Tika. “Iya Ji” jawabku.

Tidak lama setelah mengantar Doni, Tika kekamarku dan langsung memelukku “ Aduh Mbakkk…sampean ngerti nggak?” cerita tika. “Ngerti apa tik?” aku balik tanya. “ Tadi Tuh loh, Mas Doni gugup banget waktu kenalan sama mbak”. Emang kenapa?tanyaku. Katanya Mbak cantik banget, sampe dia bingung mau ngomong apa sama mbak. Terus aku bilang kalo Mbak lagi nyari cowok. Terus tadi itu makanya dia langsung pulang, katanya ndredeg disini (gugup), salah tingkah. Dia bilangnya suka sama mbak.Ntar mau Telpon Sampeyan” cerita tika. Aku Cuma ber oh-oh saja, sebenernya seneng juga sih, Doni emang manis dan sesuai dengan tipe cowok aku. Gimana menurut sampeyan mbak? Tanya tika. Mm….manis kok tik, hehehehe….sesuai dengan tipe cowok aku sih, Cuma apa dia mau sama aku? Aku tertawa malu. “Ya mau donk mbak, ntar dia mau telpon kok ke kost-an” kata tika. Ya Gpp Tik, jawabku.

Tidak berapa lama terdengar dering telpon, dan langsung diangkat Tika,”Mbak…..Telpon buat Mbak….” Teriak Tika dari Luar kamarku. “Doni Mbak…” kata tika berbisik-bisik sambil senyum-senyum menggodaku. “Halo” kataku membuka percakapan. “Halo, ini Doni Din”. Oh…iya Don…ada apa..”kataku. “ Ndak ada apa-apa kok Din, Cuma pengen telpon, tadi sebenarnya aku mau ngomong Cuma bingung” kata Doni. :Iya, Gpp kok Don” jawabku berusaha sesantai mungkin, padahal hatiku juga gugup banget. “Besok aku boleh ke kost lagi yach Dinda? Tanya Doni. Mm….boleh kok Don, gak ada yang larang, jawabku.

Besok Malam, Doni Datang ke Kost-an. Beneran emang manis dia hehehhe….aku diajaknya keluar, yach ngedate gitu istilahnya. Setelah itu aku diantar pulang lagi ke kost-an dan kami ngobrol-ngobrol lumayan lama. Hampir semingguan Doni tiap hari main ke kostku untuk mengunjungiku.Yah, simpatik sih aku sama dia, dan senang banget rasanya jalan sama dia.

Malam minggu berikutnya, kami berdua duduk di teras sambil menikmati pemandangan malam hari. Kost-an pada sepi, dan Disitu Doni menyatakan rasa cintanya padaku. Aku bingung pada saat itu, harus menjawab apa. Kaget juga sih, masa baru kenal dia udah menyatakan rasa cintanya? Baru juga seminggu, tapi jujur aja aku juga suka sama dia, siapa yang bisa nolak cowok semanis dia pikirku. Doni mendesakku menunggu jawabanku akhirnya aku jawab “ Aduh….gimana yach Don…, sepertinya aku nggak bisa…” . “Nggak Bisa Kenapa Dinda?, kamu tidak suka sama aku?” Tanya Doni. “ Ndak Don…..sebenarnya aku nggak bisa untuk nolak kamu “ jawabku sambil tersipu Malu. “Hah? YES! Diterima…….!” Doni langsung memegang tanganku. “ Dinda, kamu coba pegang jantungku, cepat banget kan detak nya?” Aku mengangguk. Aku takut kamu tolak” Kata Doni. Ah..betapa bahagianya aku hari itu…akhirnya aku punya cowok juga, setelah lama ndak pacar….

Hari-hari yang kami lalui memang begitu indahnya….sekitar sebulan lamanya. Lagian Doni terkadang over protektif, tapi yah aku berusaha mengerti dia, mungkin karena rasa sayangnya itu. Perasaan sayangku pada Doni juga semakin besar, tidak seperti awalnya, yang mana dia yang begitu protektif, iya..Doni telah menguasai hati aku. Dan aku benar-benar serius untuk menjalani hubungan dengannya.

Tapi itu tidak berlangsung lama, sudah hampir dua minggu ini dia agak berubah. Jarang ke kostku, dan jarang banget ada di kostnya. Aku mulai curiga kenapa dia berubah ya…..dan kenapa setelah aku benar-benar mencintai dia?

Aku ingin kepastian dari dia. Tapi untuk bertemu saja sudah sangat susah. Aku tanya ke Mas Aji, pacar Tika dulu yang mengenalkan kami, tetapi Aji juga katanya jarang bertemu dengan Doni. Sangat Berubah. Akhirnya suatu hari aku bisa bertemu dengannya, walaupun hanya melalui telpon. “Don, kamu kenapa sih? Sepertinya menghindar dari aku? “ tanyaku di telpon. “ Nggak, nggak apa-apa kok” jawabnya. “ Tapi kenapa kamu menghindar dari aku? Kamu harus tegas donk. Kalo emang udah nggak suka sama aku, aku ya gak apa-apa. Tapi kamu ngomong, jangan menghindar begitu” cecarku. “ Iya” jawwabnya pendek. Terus Gimana sekarang? Hubungan kita diteruskan atau ndak? Tanyaku. Terserah kamu aja Din” jawab Doni. “Loh, kok terserah aku toh? Aku pribadi sih,tidak mau diperlakukan seperti ini, mengambang”. Ya Udah, aku ngerti jawaban kamu” jawabku lagi. “ Apa? Doni balik bertanya. “ Ya, kita berteman saja, jawabku. “Iya” jawab Doni pendek. Langsung aku tutup telponnya.

Duh….hati aku sakit banget…kenapa aku harus mengalami sakit hati lagi untuk kesekian kalinya, setelah dia berhasil merebut hati dan perhatian aku untuknya….

Di kost-an aku menangis menumpahkan kesedihanku, dan tika yang begitu tahu aku putus dengan Doni, langsung terlihat marah, dan segera menelpon pacar nya Aji. Gimana sih Mas Doni itu, dulu dia yang ngotot ngejar-ngejar sampeyan mbak…eh sekarang kayak gitu. Dasar. Begitu hatiku tenang dan bisa menguasai semuanya, aku pun bilang ketika, tidak usah menyalahkan Doni, lagian buat apa, kalo udah nggak suka, buat apa dipaksakan….dan aku tidak suka menjalani hubungan yang karena terpaksa.

Sejak itu, aku tidak pernah bertemu dengan Doni lagi, dia menghilang entah kemana, dan kabar yang aku dengar dari Tika, ternyata Doni lagi didekati oleh cewek, yang sudah lama memang suka dengan Doni, bahkan pada saat doni mendekatiku dan pacaran dengan aku. Doni tidak suka dengan cewek itu, tetapi cewek itu tetap mendekati Doni, walaupun Doni sudah pacaran denganku.Dan akhirnya lama-lama Doni luluh juga……Aku sendiri bukan tipe cewek yang agresif untuk merebut cinta aku, dan bukan tipe cewek yang kuat untuk mempertahankan cinta aku, dan memang aku akhirnya harus selalu kalah dalam mempertahankan cinta aku….Kali ini untuk kesekian kalinya cinta aku tersakiti lagi….

For Doni : Terimakasih untuk semua perhatian yang telah kamu berikan selama ini, aku merasa tersanjung….dan terimakasih sudah pernah mau mencintaiku…^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar