Pak Abdul berencana membeli seekor ayam yang kebetulan penjualnya seorang ibu.
Pak Abdul: “Bu, ada ayam dari Madura nggak?”.
Ibu: (diambilnya ayam yang berwarna merah sambil bepikir ‘bapak ini ada-ada saja’) “Nih, ayam Madura.”
Sambil menimbang berat ayam, Pak Abdul menyodok pantat ayam tersebut dengan jarinya.
Pak Abdul: “Ini ayam dari Malang bu, coba yang lainnya.”
Ibu: “Kalau yang ini?” (sambil menyodorkan ayam warna putih).
Pak Abdul menyodok lagi pantat ayam warna putih dengan jarinya sambil berkata: “Ini ayam dari Bandung, Bu!”
Berkali-kali Pak Abdul mengulang menyodok pantat ayam yang lainnya (hampir semua pantat ayam disodok oleh Pak Abdul, tapi nggak ada yang cocok).
Ibu (sambil menggerutu): “Bapak ini mau beli ayam nggak?”
Pak Abdul: “Benar Bu, tapi yang dari Madura. Coba itu yang warna Hitam.”
Ibu (sambil menyodorkan ayam yang warna hitam) “Ini yang terakhir.”
Setelah menyodok pantat ayam hitam tersebut, Pak Abdul pun berkata, “Ini baru ayam dari Madura. Berapa harganya?”
Ibu (masih marah): “Rp.75.000,-!” (Padahal biasanya harganya cuma Rp.25.000/ekor) .
Pak Abdul (sambil menyerahkan uang Rp.100.000,- ): “Bu, kalau jualan jangan suka marah. Nanti nggak punya langganan lho…, eh… gomong-ngomong Ibu asal mana, Semarang ya?”
Ibu (masih marah): “Bukan… lihat aja sendiri…” (Sambil menyodorkan pantatnya agar disodok oleh Pak Abdul).
Sumber: http://www.suzuki-thunder.net
Rabu, 04 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar