
Anakku, ketika kehadiran dirimu begitu kami harapkan (Mama, Ayah, Kakek dan Nenenkmu) ketakutan-ketakutan akan tidak bisanya kehadiran dirimu di tengah-tengah kami terkadang muncul dipikiran mama sayang…. Ternyata tidak lama menunggu kehadiran dirimu anakku, setelah pernikahan mama dan ayahmu berjalan sebulan, kamu pun telah hadir didalam perut mama.
Betapa bahagianya mama, begitu tes kehamilan dan ternyata positif. Selama masa kehamilan mama, sering sekali mama bertengkar dengan ayahmu, Ayahmu sama sekali tidak mengerti dan tidak tahu, bagaimana seharusnya wanita hamil diperlakukan…tentunya mama ingin sekali diperhatikan dan menginginkan ayahmu meperhatikan kamu, walaupun kamu didalam masih didalam perut mama. Setidak mungkin ayahmu mau merasakan gerakanmu didalam perut mama, merasakan bahwa sebenarnya kamu itu ada, walaupun masih didalam perut.
Tapi anehnya anakku, mama semakin bertambah sayang kepada ayahmu, dan tidak ingin sama sekali ayahmu terluka sedikitpun, walaupun ayahmu sama sekali tidak ada perhatian terhadap kita berdua. Pernah suatu waktu, ayahmu memotong kelapa muda dan tanpa sengaja tangannya luka dan berdarah.Mama yang saat itu sedang hamil 6 bulan tahu, dan mama menangis serta marah kepada ayahmu. Marah karena tangannya terluka dan mama tidak mau itu dialami ayahmu….
Setelah sembilan bulan lebih berada diperut mama, kamu sama sekali tidak menunjukkan reaksi ataupun tanda-tanda mau keluar dari perut mama. Dan akhirnya dokter menyarankan jalan satu-satunya mama harus operasi, demi keselamatan kamu dan mama. Info ini pun mama sampaikan kepada nenekmu, ibu dari ayahmu. Ada satu kara dari nenekmu yang membuat mama benar-benar tersinggung sayang…dan itu sampai kapanpun tidak akan pernah mama lupakan, itu merupakan tusukan jarum yang sangat dalam dan tertinggal didalam diri mama. “Duh, anakmu kok Nyusahin Ya….” Kata nenekmu kepada ayahmu, juga mama, setelah ayahmu menyampaikan kalau mama harus melahirkan secara operasi, mengingat kamu sama sekali tidak ada tanda-tanda untuk mau keluar dari perut mama, ditambah keadaan kamu diperut mama sungsang dan terlilit usus, dan kamu adalah kelahiran anak pertama mama…..
Akhirnya mama menjalani operasi dengan biaya sekitarRp. 3,5jt. Untuk seorang pegawai swasta dan ayahmu yang pada saat itu masih honorer di instasi pemerintah, bukan lah uang yang sedikit sayang….mama mengambil keputusan untuk operasi, walaupun sama sekali tidak ada uang. Tapi mama yakin, Allah maha memberi, mama yakin, pasti Allah akan membantu memberikan rejeki itu.
Kelahiranmu melalui operasi, alhamdulillah berhasil dengan baik dan lancar, mama di bius lokal sehingga masih bisa mendengar apa-apa yang terjadi. Waktu itu ketika mama persiapan mau masuk rumah sakit untuk operasi melahirkan, begitu memasuki halaman rumah sakit, ada rasa takut sedikit, bagaimana rasanya dioperasi? Sedangkan mama seumur hidup belum pernah merasakan yang namanya infus, apalagi ini perut mama harus dibelah? Mama kuatkan niat mama, yang ada mama ingin melihat kelahiranmu ke dunia ini….
Begitu masuk rumah sakit, mama mengikuti suster yang mempersiapkan proses operasi nantinya sambil menunggu kedatangan dokter. Setelah siap semua, mama menunggu di satu ruangan, sendiri…..mama takut sayang, berbagai macam pikiran berkecamuk. Sakit tidak yach, kalau nanti perut mama dibelah? Setelah menunggu kurang lebih 15 menit, dokter datang dan mama dibawa masuk kedalam ruang operasi. Mama disuntik dipunggung, awalnya rasanya seperti digigit semut begitu, setelah itu keram dan mama sama sekali tidak bisa merasakan apa-apa mulai dari perut sampai kaki. Mama hanya menutup mata selama diruangan operasi karena mama takut yang namanya darah, pisau, gunting dan lain-lain. Awal proses operasi dimulai, yang mama dengar seperti suara sesuatu yang dirobek, mungkin itu perut mama mulai dibelah kali yah….mama tidak tahu. Tapi dokter-dokter yang ada diruangan operasi itu sekitar 5 orang dokter, begitu santainya, sehingga mama juga tidak merasa terlalu tegang dan takut….tapi malah muncul pikiran “ duh kenapa para dokter ini begitu santai sih? Ini kan hidup dan mati? “ pikir mama sih begitu :D. tapi yah mungkin para dokter itu sudah terbiasa dengan kejadian seperti yang mama alami ini, atau juga mungkin mereka sengaja berusaha santai begitu agar si pasien tidak begitu takut, mama kurang tahu juga, yang pasti itulah yang mama rasakan.
Mama merasa badan mama seperti berguncang-guncang, tidak tahu kenapa, apa mungkin karena proses mau mengambil kamu dari perut mama, mama tidak tahu, mama hanya orang awam. Samar-samar mama dengar suara dokter cewek “ duh…anak ini kok susah banget toh” heheheh….mama ndak tahu kenapa juga, apa mungkin kamu lari-lari kali yach waktu mau diambil, sehingga dokter nya merasa agak sedikit kesulitan.
Tidak berapa lama setelah itu, mama dengar suara tangisanmu…tapi tidak sekeras anak-anak yang baru lahir lainnya, dengan suara yang keras. Tapi kamu tidak sayang, kamu hanya merintih sedikit demi sedikit, setelah itu baru memangis, tapi tidak keras, dan dokter mengatakan bahwa kamu sudah lahir, sehat, perempuan….Alhamdulillah…ucap mama sambil menangis.
Mama terharu sayang….. Setelah itu tidak berapa lama kemudian, mungkin sudah selesai semuanya, mama dipindahkan dan dibawa ke kamar yang lain. Disitu mama masih belum bisa merasakan apa-apa. Kurang lebih 3 jam-an, mama merasa mual, dan mama muntah-muntah, ditambah alergi. Seluruh badan mama bengkak-bengkak. Mungkin karena pengaruh obat, mama tidak tahu. Dan itu mama sampaikan kepada susternya. Setelah diberi obat besoknya sudah tidak apa-apa.Tapi ada satu keinginan mama…untu melihatmu, sehari sudah mama melahirkan kamu, tapi masih belum bisa melihatmu. Ditambah perut mama rasanya sakit sekali, mungkin karena obat bius nya sudah hilang, dan kata dokter mama disuruh kentut, baru boleh pulang kerumah. Jangankan buat kentut, buat duduk saja mama tidak bisa….tapi demi keinginan biar bisa melihatmu, mama “berlatih untuk kentut” aneh kan? Tapi memang itu yang harus mama lakukan. Setelah bisa kentut, mama mulai belajar jalan, agar bisa segera pulang. Mama berusaha berdiri, walaupun buat duduk saja masih terasa sakit sekali anakku….
Alhamdulilah mama bisa berdiri dan bisa berjalan….. Hari yang dinantikan pun tiba sayang….mama dan kamu boleh pulang. Rasanya setahun lamanya, menunggu waktu untuk bisa melihat dirimu sayang. Selah bersiap-siap untuk pulang, mama keluar rumah sakit dan kamu digendong oleh seorang perawat, ditempat nanti mama masih akan dirawat lagi kurang lebih selama 3 hari.
Disitulah mama baru bisa melihat dirimu anakku….tapi….ada sedikit kekecewaan dan ketidak percayaan…kalo mama ingat-ingat kasihan sekali kamu sayang, karena pikiran mama waktu itu….begitu melihatmu yang muncul dibenak mama “ masa ini anakku..? kenapa tidak seperti aku? Kenapa kulitnya agak hitam? Wajahnya juga bundar, tidak seperti ak yang oval? “ waktu itu mama rasanya enggan menyentuhmu sayang….dan didalam mobil yang mengantar mama dan kamu ke rumah sakit untuk proses penyembuhan, mama masih memikirkan itu, apa mungkin kamu itu anak mama…?sesekali mama melihat kamu yagn sedang digendong oleh suster. Tapi rasa kasihan itu muncul….Duh…kenapa mama bisa berpikiran seperti ini ya….kamu kan anak mama……
Sesampainya di rumah sakit yang satunya untuk proses perawatan, mama mulai belajar untuk menyusui kamu, rasanya bahagia banget sayang.kamu ternyata lucu banget dan tidak rewel sayang. Untungnya nenek kamu, yaitu ibu mama, ada dan menemani kita, karena mama masih belum bisa banyak bergerak, buat duduk saja sudah banget, apalagi berdiri dan jalan, mama seperti menjadi seorang anak kecil yang baru belajar berjalan. Bahkan untuk Buang air besar atau kecilpun mama tidak bisa sendiri, masih terasa sakit perut mama….
Tidak sampai disitu, ketika waktunya sudah diperbolehkan pulang, mama harus melunasi dulu biaya persalinan kamu itu. Ayah kamu yang seharusnya pada saat itu harusnya berusaha untuk mencari dari mana dana itu, malah bertanya ke mama…akhirnya mama menelpon teman kantor mama untuk meminta uang tunjangan melahirkan yang diberikan dari kantor waktu itu sekitar 1 jt-an. Dan sisanya mama dapatkan dengan meminjam dikantor mama dan mama diberi uang oleh nenek kamu, ibu mama. Dan bisa terlunasi semua biaya persalinan itu….
Lega sudah rasanya sayang, akhirnya kamu sekarang sudah diluar, dan tidak didalam perut mama, tetapi terkadang mama merasa kangen dengan saat – saat kamu masih didalam perut mama. Rasanya gimana gitu….apalagi kalau kamu lagi banyak bergerak sikut sana sini, perut mama bergerak2 karena gerakan mu itu….. Tapi didalam ataupun diluar perut mama..kamu tetap anakku….
I love u my daughter….Mama takut kehilangan kamu sayang…sekarang ini yang mama punya hanya kamu, karena ayah kamu sudah berubah dan tidak ada rasa sayangnya terhadap mama….Jangan tinggalkan mama yach sayang……
Note: Mungkinkah kamu bisa dan mau menjaga mama, jika kelak mama tua nanti…?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar