Rabu, 04 November 2009

Maafkan Ibu Anakku



Pernikahan aku Dengan ichal awalnya tidak direstui orang tuaku. Tapi akhirnya ereka mau mengikuti dan memenuhi keinginan anaknya ini.

Ichal adalah teman sekampusku, yang mana dulu mati-matian dia berusaha mendapatkan cintaku, karena ach bukannya sombong, dikampus juga ada beberapa cowok yang memang dekat denganku dan menyukaiku. Dengan susah payah akhirnya Ichal mendapatkan cintaku.

Sebelum pacaran dengan ichal, aku sedang pacaran dengan sebut saja Anto. Anto begitu perhatian dan romantis, dia sangat menyayangi aku bahkan bisa dibilang berlebihan. Selama masa pacaran dengan Anto itu, Ichal mendekatiku dan berusaha menarik perhatianku. Entah mengapa, akhirnya lama-lama akupun jatuh cinta padanya. Anto aku tinggalkan dan aku menjalin hubungan yang boleh dibilan serius dengan ichal. Sempat kutahu kalau Anto begitu kecewa dengan keputusan. Aku sendiri tidak mengerti, kenapa aku bisa jatuh hati dengan Ichal, padahal kalau dari segi fisik, anto jauh lebih keren ^^. Tapi mungkin itulah cinta, membutakan segalanya….

Hari-hari aku lalui bersama Ichal, sangat bahagia, Sikap ichal juga yang over protective terkadang membuatku merasa bangga, merasa dihargai sebagai wanita jelas aku tersanjung banget. Sampai akhirnya kukenalkan ichal kepada orang tuaku. Dan sepertinya mereka tidak begitu respect dengan ichal.

Akhirnya sebelum melalui masa wisuda lulus kuliah kamipun menikah. Dan dikaruniai seorang anak. Tidak lama setelah itu, ichal mendapatkan kerja di kapal pesiar, yang mana terpaksa kami harus menjalani kehidupan rumah tangga yang harus terpisah. Tapi tak apalah pikirku, semua juga demi masa depan kami berdua juga.

Setiap 6 bulan sekali ichal off atau liburan dari masa kerjanya. Tapi masa masa itu dia sudah jaran dirumah, paling Cuma sebentar saja, sekedar singgah, sehari dirumah, kemudian melancong kesurabaya, ke problinggo dan bahkan kebandung, Semula aku tidak curiga, tetapi lama-lama muncul kecurigaan kenapa ichal berubah. Ditambah anak kami yang sedang dalam masa pertumbuhan, dan membutuhkan figur seorang ayah.

Akhirnya puncaknya tiba, ichal mau mengajukan cerai kepadaku, yang mana aku tidak tahu apa salahku….tapi aku bertahan dengan mengingatkan akan keputusannya itu, apakah dia tidak memperhatikan nasib anak kami? Bagaimana kalau anak kami harus punay keluarga yang broken home? Bagaimana dia dimasyarakat nantinya. Itulah yang aku pikirkan dan sampaikan padanya. Dan akhirnya ichalpun mengurungkan niatnya dan berusaha untuk memperbaiki semuanya. Akhirnya aku pun ingin punya anak lagi, setidaknya mungkin itu bisa memperkokoh dan memperkecil niat ichal untuk bercerai.

Akupun mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Lengkap sudah sepasang anak kami. Tapi ternyata itu tidak merubah ichal sedikitpun, dia semakin menjadi dan berubah. Akhirnya akupun menerima putusan cerainya. Dan anak-anak ikut denganku….ternyata hatinya cukup keras, ichal tidak memertimbangkan bagaimanana nasib anak kami nantinya, hanya mementingkan egonya sendiri…..Dan kabar terakhir yang aku dengar setelah perceraian kami, ternyata memang dia punya wanita lain yang ternyata ada dibandung, tapi tak apalah…aku masih kuat menjalani semuanya….Ternyata benar juga feeling orang tuaku. Dulu mereka tidak begitu setuju dengan hubunganku tapi aku ngotot….restu orang tua ternyata sangat berarti….

Sekarang anak kami yang pertama sedang dalam perawatan karena tidak bisa menerima kejadian yang menimpa orang tuanya. Disekolah sering melamun dan tidak bisa seperti anak-anak lainnya. Aku yang semula bekerja, akhirnya tidak bisa bekerja lagi, karena harus merawat anak kami tersebut, untuk bisa mengembalikan mentalnya lagi. Walaupun terkadang anak kami masih bsia menjawab dengan lengkap siapa nama ayahnya. Karena memang anak kami yang pertama begitu kangen dan sayang dengan ayahnya, walaupun bertemu Cuma sesekali, karena suamiku jarang pulang. Dan rasa cinta anak kami itu sangat besar ke ayahnya, tapi dia harus menerima kenyataan punya keluarga yang broken home dan ayah yang tidak memperdulikannya…..

Untuk Anakku Tercinta: Maaf kan ibu, karena tidak bisa membuatmu bahagia dan mempunyai keluarga yang utuh seperti yang lainnya. Cepat Sembuh Ya Anakku….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar