Rabu, 04 November 2009

Maafkan Aku Daniel



Waktunya untuk PKL atau Praktek Kerja Lapangan, aku bingung mau cari tempat PKL dimana. Alhamdulillah ada banyak temen-temenku yang mengajak aku untuk barengan PKL, setidaknya bisa menambah kepercayaan diri aku, maklumlah, aku bukan orang yang Percaya diri….

Bersama Ika, teman kostku dan juga tema satu kampus walaupun beda kelas, kami pun PKL bersama dihotel XXX (Maaf ndak disebutkan namanya hehehhee…).

Kami berdua mengajukan proposal ke Hotel tersebut untuk mengajukan PKL disitu, dan alhamdulillah akhirnya bisa.

Hari pertama kami perkenalan lingkungan hotel tersebut, begitu melewati salah satu tangga ditingkat 2 (dua) aku sekilas melihat seorang cowok, yang sepertinya sama seperti aku, PKL dihotel tersebut….dan aku dulu sempat simpatik padanya..

Seminggu PKL dihotel tersebut, akhirnya kenal dengan staff dan teman-teman sesama PKL yang rata-rata adalah teman sekampusku juga. Dan aku mulai kenal dengan cowok yang aku sempat simpatik padanya dikampus, ternyata namanya Daniel. Orangnya pendiam banget. Jarang ngobrol.entah pemalu atau memang seperti itu kepribadiannya tidak tahu.

Sebulan PKL, aku akhirnya dekat dengan Daniel, ternyata orangnya memang pendiam, tidak banyak omong tapi sebenarnya dia romantis dan perhatian. Aku tidak tahu perasaan apa sebenarnya aku kepadanya, apakah simpatik atau memang cinta???

Ternyata Daniel juga menyukaiku….tapi aku masih bingung dengan perasaan aku sendiri, aku takut yang aku rasakan ini bukan cinta, tapi hanya sekedar simpatik padanya. Yach, aku ragu….karena pada saat yang bersamaan aku juga lagi dekat dengan dua orang cowok, yang juga…jadi bingung.

Tapi akhirnya aku menerima cinta daniel, dan kami pun pacaran. Dia sangat baik, romantis, perhatian dan sayang banget sama aku…tapi hati aku belum seutuhnya menyukainya, hanya sekedar simpatik saja. Kemana aku pergi dia selalu menemaniku, yach layaknya orang pacaran gitu. Tapi aku tetap tidak bisa mencintainya…

Akhirnya, aku memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan kami, dia terpukul sekali, itu dapat aku liat dari raut wajahnya, waktu aku bilang kalau kami berteman saja. Dia pulang dengan raut wajah kecewa…..dan sedih yang mendalam….Akh….aku jahat banget….tapi daripada melanjutkan hubungan yang sama sekali tidak aku inginkan..?

Seminggu setelah kami putus, dia hanya menelponku, aku tahu dia masih sayang padaku, dia hanya menanyakan kabarku, sejak itu aku tidak pernah mendengar kabar beritanya sampai sekarang….Aku begitu menyesal sekarang, ternyata ketulusan cinta dia kepadaku memang benar-benar untukku….aku begitu merindukannya sekarang, tapi aku tidak tahu dimana dia sekarang.Penyesalan selalu datang belakangan….aku hanya bisa mengenangnya, mengingat saat-saat kebersamaan kami, yang tidak mungkin bisa kembali lagi…Mengingat kekecewaan dia karena aku…Maafkan aku Daniel…seandainya waktu bisa kembali..aku ingin sekali bertemu denganmu dan meminta maaf….

For Daniel : I don’t know where are you, but please forgive me…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar