
Awal kenal dengan suamiku, dia adalah seorang pegawai Bandara. Suamiku ganteng, dan Menurut orang-orang aku juga cantik. Bukannya sombong loh...Setelah kami menikah aku ikut suamiku, tinggal diperumahan yang telah disediakan dari Kantor. Menurut tetangga, kami adalah pasangan yang sangat serasi, yang mana suami aku ganteng, dan aku cantik. Bahagiapun memenuhi kehidupan rumah tangga kami.
Setahun kemudian, akupun hamil dan melahirkan seorang anak perempuan yang cantik. Jabatan suami dikantor juga mapan.
Dua tahun kemudian akupun melahirkan seorang anak perempuan lagi, lengkap sudah kebahagian kami. Anak-anakpun tumbuh semakin dewasa, namun suami sekarang malah jarang dirumah karena harus sering bepergian jauh.
Disitulah mulai renggangnya kehidupan rumah tangga kami. Suamiku semakin berubah. Jarang dirumah sering aku mendengar pergunjingan tetangga tentang suamiku, mereka mengatakan suamiku selingkuh? Ah, aku tidak percaya...tidak mungkin suamiku selingkuh, anak-anak kami juga sudah besar-besar, kenapa dia harus memikirkan perempuan lain? Tapi lama-kelamaan itu ternyata mengusikku juga, suamiku sama sekali tidak pernah menyentuhku lagi, dan sepertinya aku ini adalah orang asing baginya. Dan suatu saat, ternyata....Masya Allah...suamiku memang benar selingkuh, dan ternyata itu sudah berlangsung lama....sakit hati ini rasanya.
Akupun mengajukan cerai, anak-anak ikut aku yach....tak apalah, wanita mana yang mau dimadu? Tidak satupun......
Sejak perceraian kami sekali saja aku tanpa sengaja bertemu dengan selingkuhan suamiku, yang sekarang menjadi istrinya, dan tau apa yang dikatakannya padaku? “Tolong jangan ganggu dan mengambil suamiku” Dalam hati aku mengatakan “ Apa tidak terbalik, kamu kan yang mengganggu dan mengambil suamiku?” ANEH!
Note: Sekarang aku masih belum menemukan pengganti suamiku, sekarang ini aku hanya menjadi istri simpanan dari seorang laki-laki yang boleh terbilang mempunyai kehidupan mapan...aku tidak tahu sampai kapan aku bisa menjalani hidup seperti ini, karena tidak mungkin selamanya aku seperti ini....kebahagiaan yang aku alami ternyata tidak kekal.....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar