Rabu, 25 November 2009

Jadilah Pendengar Yang Baik!

Dalam seni berkomunikasi tidak hanya kemampuan berbicara saja yang penting. Kemampuan untuk menyimak justru lebih penting daripada berbicara. Menyimak disini berbeda dengan mendengarkan. Menyimak memiliki makna yang lebih dalam dengan memadukan kemampuan mendengarkan dan memahami perkataan orang.

Menjadi pendengar yang baik juga mampu memberikan banyak keuntungan bagi diri sendiri. Sebagai pendengar yang baik, Anda bisa berlatih kesabaran dalam memahami segala permasalahan. Hal ini akan banyak membantu Anda untuk lebih bisa menyelesaikan masalah dengan pikiran jernih dan juga mampu melihat permasalahan dari sudut pandang orang lain. Dengan menndengarkan permasalahan orang lain, Anda juga membuka pemahaman dan meningkatkan rasa simpati akan kesedihan orang lain.

Kemampuan untuk menjadi pendengar yang baik memang gampang-gampang sulit. Banyak dari kita yang terlalu banyak bicara dan sedikit mendengarkan. Mengapa? Hal ini dikarenakan persepsi yang sudah tertanam sedari kecil bahwa untuk menjadi sukses harus “speak-up”. Padahal, ada satu lagi kunci kesuksesan setelah kemampuan berbicara yaitu kemampuan mendengarkan. Bahkan orang-orang sukses di dunia ini pun selalu berusaha menjadi pendengar yang baik sebut saja Mahatma Gandhi, Nelson Mandela hingga Barack Obama. Untuk menjadi pendengar yang baik, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

Lakukan kontak mata
Menjaga kontak mata adalah hal paling penting yang harus kamu lakukan untuk menjadi pendengar yang baik. Saat seseorang berbicara padamu, jagalah pandanganmu menatap lawan bicara. Mengalihkan pandanganu kea rah pintu atau langit-langit atau bahkan memandang ke bawah menatap lantai, justru mengindikasikan kalau kamu tidak tertarik akan pembicaraan yang dilakukan oleh lawan bicaramu. Tataplah mata lawan bicaramu dan amati pergerakan bahasa tubuhnya.

Berikan perhatian
Aturan lainnya untuk menjadi pendengar yang baik adalah berikan perhatian pada lawan bicaramu. Saat kamu memberikan perhatian padanya, ia pasti akan merasa senang dan tahu bahwa kamu adalah orang yang terpercaya dan mau diajak berbicara. Saat berbicara, jangan sampai perhatianmu teralihkan. Jika hal ini terlanjur terjadi, coba tanyakan kembali apa yang diucapkan lawan bicaramu sebelumnya dan bergantilah posisi dudukmu. Dengan berpindah posisi tempat duduk, perhatianmu akan lebih fokus kepada lawan bicaramu.

Jangan melakukan interupsi
Jangan menginterupsi lawan bicaramu dengan banyak pertanyaan. Hal ini akan membuatnya terganggu karena terkadang orang hanya ingin untuk didengarkan terlebih dulu. Oleh karena itu, dengarkanlah omongannya baik-baik dan berbicaralah jika dibutuhkan. Tunjukkan bahwa kamu ikut menyimak apa yang dibicarakannya, dengan merespon perkataannya dengan singkat tapi jangan menggurui. Tunggulah ia selesai menumpahkan unek-uneknya baru Anda berikan nasihat, itu pun kalau ia bertanya pendapat Anda. Mengapa? Karena ada kalanya orang hanya ingin mengeluarkan isi pikirannya tanpa minta digurui. Hal yang paling bisa Anda lakukan adalah memberikannya semangat yang mungkin terkesan standar, tapi memang itulah yang sebenarnya dibutuhkn bagi lawean bicara Anda yang sedang dililit masalah.

Hindari perasaan gelisah
Rasa gelisah adalah tanda bahwa kamu sudah mulai bosan dan sama sekali tidak tertarik akan apa yang disampaikan oleh lawan bicarammu. Jika kamu ingin menjadi pendengar yang baik, yakinkanlah lawan bicaramu bahwa kamu tertarik akan apa yang dibicarakannya. Bersikaplah baik dan manis saat mendengar permasalahan lawan bicaramu.

Atur bahasa tubuhmu
Kamu tidak bisa begitu saja menjadi seorang pendengar yang baik. Bagaimana pun juga, kamu bisa berlatih dengan mengatur bahasa tubuhmu. Belajarlah dari orang yang menurutmu mampu menjadi pendengar yang baik. Perhatikan bahasa tubuhnya. Selain menjaga pandangan mata, duduk berdekatan serta anggukan juga menjadi bahasa tubuh yang penting untuk menunjukkan bahwa kamu adalah seorang pendengar yang baik.

Pahami suasana hati lawan bicara
Untuk menjadi pendengar yang baik, kamu tentu harus mampu memahami suasana hati lawan bicaramu. Berikaplah penuh empati. Coba rasakan apa yang sedang ia alami. Saat kamu bisa mendalami perasaannya, kamu akan tahu respon apa yang diharapkan oleh lawan bicaramu. Kamu juga bisa memberikan nasihat yang sesuai dan yang dibutuhkan oleh lawan bicaramu. Kemampuan membaca suasana hati orang ini memang sedikit sulit, karena beberapa diantara kita tidak memiliki kepekaan yang cukup besar sehingga merasa permasalahan lawan bicaramu tidak terlalu penting. Nah, hal ini sangat pantang untuk dilakukan. Untuk menjadi pendengar yang baik, kamu harus memiliki jiwa sensistivitas yang tinggi sehingga mampu mendalami perasaan lawan bicaramu.

Bersikaplah ramah
Mungkin kamu adalah pendengar yang baik, namun orang lain mungkin tidak mengetahuinya. Maka kemampuan kamu pun akan sia-sia. Oleh karena itu, bersikaplah ramah dan peka terhadap orang sekitar. Jika kamu melihat ada seseorang yang terlihat sedih atau depress, tanyakan keadaannya tapi jangan memaksanya lebih jauh. Pada saat yang sama, kamu juga harus selalu ada bagi orang sekitarmu.

Jaga rahasia
Hal terakhir yang menjadikanmu pendengar yang baik adalah mampu menjaga rahasia. Perhatianmu janganlah semu. Mendengarkan permasalahan orang hanya untuk diberitakan kepada teman lainnya, akan membuat lawan bicaramu tidak akan lagi percaya dan mau berbagi cerita denganmu. Mampu menjaga rahasia akan menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang bisa dipercaya dan benar-benar memegang janji. Ini juga membuktikan bahwa kamu benar-benar ingin menolong bukan mencari komoditas gossip belaka.

Pantangan
1. Jangan pernah mengasumsikan bahwa apa yang bisa berhasil diterapkan padamu bisa juga berhasil pada orang lain

2. Jangan juga sombong dengan mengatakan bahwa kamu juga pernah merasakan dan melakukan hal tersebut dan ujung-ujungnya kamu malah menceritakan pengalaman pribadi. Sangat baik apabila kamu tetap diam meski kamu pernah mengalami kejadian yang sama. Dengarkan dulu apa yang dikatakannya, baru berbagilah pengalaman di akhir percakapan.

3. Jangan memotong pembicaraan lawan bicaramu. Ini menandakan bahwa kamu tidak menyimaknya.

4. Jika lawan bicaramu terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu, jangan langsung mengeluarkan perkataan baru. Beberapa orang terkadang sulit untuk mengekspresikan pikiran dan perasaannya sehingga ia harus berpikir dan memilih kata yang tepat, tapi bukan berarti mereka membutuhkan bantuan. Menyelesaikan pikiran seseorang sangatlah tidak sopan.

5. Jangan asyik dengan pikiran dan ide sendiri. Simaklah apa yang diutarakan oleh lawan bicaramu.

Selamat Mencoba!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar