Rabu, 04 November 2009

Cinta Tak Termiliki



Sudah kelas 2 SMA, tapi aku masih jomblo. Kadang ngiri juga dengan teman-teman yang rata-rata sudah mempunyai pacar. Tapi apa mau dikata, perasaan tidak ada seorang cowok pun yang menyukaiku ^^. Walaupun sebenarnya ada mungkin yang menyukaiku, tapi aku tidak tahu, kenapa mereka tidak berani untuk mengungkapkannya padaku (Mengharap Mode On*)

Hari minggu seperti biasa, aku main kerumah sahabatku, sebut saja Ana. Dirumahnya ada saudaranya datang. Saudaranya kebetulan bersekolah yang mengharuskan siswanya tinggal di asrama. Lumayan bisa sambil cuci mata hehehhe….

Ada saudara jauhnya yang juga kebetulan main kerumahnya, Adi namanya. Wajahnya sih biasa saja menurutku, orangnya juga ndak begitu banyak bicara. Perasaan simpatik atau suka sih tidak ada. Akh…tidak ada cowok yang bisa dijadikan gebetan –“.

Malam minggu kembali lagi….tapi jomblo gini, mau ngapain juga, paling dirumah ngumpul sama teman-teman, tetangga aku yang rata-rata cowok semua.Tiba-tiba dering telpon, aku tidak tahu dari siapa, tapi mengakunya dari Adi..? saudaranya Ana. Dia minta minggu depan bertemu di Pameran. Duh senangnya…tapi…masa sih? Akh…masa bodoh, yang penting malam minggu depan aku punya temen jalan ^^.

Malam minggu, beneran aku akhirnya bertemu dengan Adi, tapi ada kejanggalan, dia sepertinya bingung banget dengan kehadiranku dan Ana. Tapi cuek saja, lagian pada saat itu aku juga grogi gitu, hehehe…kencan pertama kali..?

Besoknya kami janjian bertemu di rumah Ana, aku juga masih belum berani pacaran, karena masih belum boleh sama mamaku.Akhirnya Backstreet gitu deh.

Aku ingat sekali pesan dia untuk aku “ Jangan mempercayai apa omongan orang.kalo ada apa-apa, tanya aku saja, mengenai hubungan kita”. Yach pikirku karena kami pacaran jarak jauh, memang membutuhkan kepercayaan yang lebih besar.

3 Tahun kami menjalin hubungan, hubungan kamipun awet-awet saja, hampir tidak pernah kami bertengkar ataupun marahan sedikitpun. Mungkin karena jarak jauh itu lah, sehingga setiap bertemu, yang ada hanya rasa Kangen saja…Cieeee…^^

Sampai terakhir aku duduk di bangku kuliah, aku mulai goyah. Aku kadang iri dengan teman-teman sekampus aku, yang rata-rata punya pasangan di kota yang sama. Sedangkan aku, jauh sekali, untuk bertemu setahun sekali belum tentu bisa –“

Karena Adi begitu lulus sekolah, langsung kerja. Yach, komunikasi kami jarang sekali. Akhirnya aku memutuskan untuk putus saja dengannya, padahal sebelumnya waktu kami bertemu diliburan semesterku, dia sempat bilang kalau ingin melamarku, tapi aku belum memberikan jawaban. Masih gengsi akh, masa masih umur 21 tahun mau menikah? Ndak deh….

Setelah Adi aku putuskan sepihak, aku mulai mencari cinta yang lain yang ada disekitarku, aku tidak mau peduli bagaimana keadaan dia setelah putus dengan aku, yang penting aku bisa dengan status jombloku lagi dan bisa mencari cinta lain yang dekat dengan aku, daripada jarak jauh begini pikirku.

Tapi ternyata selama masa pencarian kekasih hati, aku tidak pernah mendapatan yang cocok, paling lama semingg, sebulan aku berganti-ganti pacar. Sampai-sampai teman-temanku mengira aku suka mempermainkan cowok –“ padahal sebenarnya aku masih belum menemukan yang cocok dengan ku….

Setahun tidak mendengar kabarnya…aku bertemu dengan temanku. Dia cerita, kalau dia bertemu Adi, dan Adi cerita kalau dia sangat terpukul putus denganku.Padahal dia sangat mengharapkan aku, dia bekerja siang malam untuk persiapan kami menikah…..Adi bercerita begitu sampai mau menangis kata temanku. Aku merasa sangat bersalah sekali…..aku putuskan untuk menelponnya dan menanyakan kabarnya.

Kamipun kembali berkomunikasi, tapi tidak pacaran, ada ego sendiri dalam diriku, kalau memang dia mau kembali sama aku, aku mau tapi tidak untuk pacaran, melainkan menikah, itu ucapku dalam hati. Aku tahu disetiap pembicaraan kami, dia sebenarnya menginginkan hubungan kami seperti dulu lagi, tapi aku selalu mengalihkan pembicaran ke hal lain.

Suatu saat, aku telpon kerumahnya, ternyata kata Kakaknya dia sudah tidak dirumahnya, dia sudah pindah kerumahnya yang baru bersama istrinya….aku disuruh diberi nmor telponnya yang baru…..DEG!

Aku kaget…aku langsung pulang ke kost-an dan menangis menyesali nasibku….sebenarnya aku masih mencintainya dan berharap dia kembali untukku..tapi sekarang sudah tidak mungkin…

Setelah pernikahannya itu, hampir dua tahun aku sudah bisa melupakannya, tiba-tiba dia menghubungiku… dia menanyakan kabarku….sejak itu kamipun sering berkomunikasi lagi, akupun menjaga jarak dengannya, walaupun tidak bisa dipungkiri, rasa cinta itu kembali menghiasi hati aku ini, walaupun dia sudah bukan milik aku….

Sekitar 3 tahunan kami menjalani komunikasi itu dengan baik….walaupun terkadang diselingi dengan kata-kata dia masih mengharapku, dan menganggap aku masih bersamanya…yach…rayuan gombal begitu mungkin orang bilang. Tapi itulah yang kami rasakan. Puncaknya…Adi ingin aku bersama nya lagi, tapi aku beri jawaban, itu tidak mungkin. Bagaimana dengan istri dan anaknya? Aku tidak mungkin menyakiti hati wanita yang sudah menemaninya dan memberinya anak tersebut. Sejak itu tidak pernah ada kabar lagi ataupun jawaban dia. Suatu saat aku coba menghubunginya, dan tidak diangkatnya, tapi SMS yang aku terima katanya “ Tolong jangan hubungi aku lagi, aku kasihan istriku…..” Akupun membalasnya : “OK”

Yach aku sadar, aku tidak mungkin terus menjalin hubungan dengan Adi, karena sebenarnya kami masih saling mencintai dan itu akan melukai perasaan banyak orang….

For Adi : Kata mutiara terkadang bener juga yach ^^ Cinta tidak harus memiliki…..

Note: Ternyata kejanggalan yang terjadi pada saat aku akan bertemu dengan Adi, yang mana pada saat itu Adi bingung ketika bertemu aku dan Ana, karena Adi tidak merasa menelponku…dan waktupun menjawabnya…ternyata yang menelponku adalah temanku yang rumahnya bersebelahan denganku. Waktu itu dia iseng2 menelponku…Jadi malu mengingatnya, tapi mungkin itu sudah jalannya cinta aku yach…^^.Kalau tidak seperti itu mana mungkin aku bisa kencan dan pacaran dengan Adi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar