
Pertama mengenal suamiku dari dunia maya, lewat chatting.Bagiku dia orang terakhir dalam hidupku.Kami kemudian menikah aku diusia 25 tahun dan suamiku 32 tahun.Mungkin usia yang sudah cukup matang untuk menikah kata orang-orang.Satu permasalahanku terselesaikan sudah, yaitu menikah.
Yang mana orang tua terutama mamaku dan orang-orang sekitar yang sering menanyakan kapan menikah, usia sudah matang, tunggu apa lagi dan lain-lain yang pada saat itu sempat mebuatku stress dibuatnya. Disisi lain, aku begitu ingin membahagiakan orang tuaku terutama mamaku……
Setelah menikah, permasalahan baru muncul lagi. Aku takut tidak bisa hamil….Kadang dibenakku, apa aku bisa hamil? Aku mandul atau tidak? Berbagai macam pikiran menakutkan muncul.karena aku punya penyakit yang mana kalau lagi mengalami Haid, sangat sakit sekali. Dan kata orang-orang, kalau sakit seperti itu bisa menyebabkan mandul, Duh…..ditambah Ibu mertua yang menanyakan, kalau punya anak, pengen anak apa? Perempuan atau laki-laki? padahal waktu itu baru seminggu kami menikah. Yah aku maklum saja, karena dari keluarga suamiku masih belum mempunyai cucu, sedangkan umur mertuaku sudah sekitar 60-an. Kedua kakak suamiku yang perempuan dan laki-laki memang masih belum menikah. Dan pikiran terakhir dibenakku, seandainya aku memang tidak bisa hamil, tidak apa-apa suamiku poligami, atau menikah dengan wanita lain, agar bisa mendapatkan anak, karena memang aku tidak bisa memberikan anak…..Tetapi aku akan berusaha, aku ingin mempunyai anak untuk membahagiakan mertuaku…..
Setelah sebulan menunggu, alhamdulillah aku telat sebulan. Dan aku positif hamil.Langsung aku kabarkan kesuamiku, suami pun menyambutnya dengan sangat bahagia.Akhirnya bisa hamil juga…
Sembilan bulan menunggu kelahiran anak kami, waktunya tiba aku melahirkan seorang anak perempuan, melalui proses persalinan Operasi caesar, karena sudah sembilan bulan lebih aku masih belum terasa sakit, dan janin didalam perutku sungsang dan terlilit usus, sehingga dokter menyarankan untuk di operasi saja. Begitu bahagianya aku juga orang tuaku, terutama mamaku, beliau sangat mengharapan anak perempuan, akhirnya kesampaian juga, kata mama, turunannya tidak habis ^^.
Melalui masa-masa membesarkan anak kami, yang kami beri nama Hanania, yang artinya dicintai Allah, Rumah tanggaku mulai goyah. Posisi suami dikantor mulai menanjak, dan dia mulai melupakan semua perjuangan kami berdua dulu, yang mana kami mulai merangkak dari bawah, sampai akhirnya dia mempunya posisi yang lumayan penting dikantornya.
Aku mengajaknya untuk pindah kontrak atau ngekost saja, aku aku merasa benar-benar tidak nyaman berada di rumahnya, rumah mertua, yang menurut aku terlalu dalam mencampuri urusan kami, dan terlalu mengatur-atur. Rasanya aku tidak punya waktu untuk beristirahat sedikitpun dirumah.
Tetapi suami masih tidak mau untuk kontrak, dengan alasan capek, pindah sana pindah sini, mending dirumah orang tuanya.Ugh, dalam benakku, dia terlalu egois, mementingkan dirinya sendiri, tapi tidak tahu bagaimana perasaanku…..
Aku bertahan tinggal dirumah mertua, hanya demi anak dan suami aku, tidak memperdulikan fisik aku yang sebenarnya sudah sangat lelah,capek, ditambah beban mental dan pikiran karena harus menahan segala perasaanku selama tinggal dirumah mertua….
Puncaknya tiba, suami aku berubah 100%, dia sama sekali tidak menganggapku ada, tiap hari pulang malam dengan alasan lembur. Lemburnya sampai jam 1 jam 2 pagi kadang subuh baru pulang…itu berlangsung selama 3-4 bulanan. Lagian aku juga sejak tinggal di rumah mertua, sudah tidak sekamar dengan suamiku, itu berlangsung sejak aku melahirkan anak kami berumur satu bulan. Aku tidak tahu kehidupan rumah tangga macam apa yang aku jalani ini….
Aku sama sekali mulai curiga dengan perubahan suamiku tersebut, tapi dipikiranku, tidak mungkin akh, dia selingkuh…tapi….terkadang pikiranbahwa dia selingkuh, terlintas dibenakku.
Suatu pagi, begitu suamiku mandi, aku kekamarnya dan mengecek hp-nya…Ternyata…..Hati aki sakit sekali waktu membacanya…sms dari seorang wanita yan dia samarkan namanya. Di Hp-nya tertulis nama Baco….tapi kenapa smsnya mesra begitu? Aku coba telpon ke nomor tersebut ternyata yang mengangkat seorang wanita, langsung emosi aku pada saat itu, aku tanya, “Ini siapa!!” dan telponnya langsung ditutup wanita itu. Aku sms dan aku maki-maki, tetapi tidak dibalas.
Hp suamiku langsung aku bawa ke kantorku dan aku cek isinya…bertambah lagi sakit hati aku, dia foto mesra bersama seorang wanita…..Aku mau menangis melihat itu, tapi tidak bisa….
Tidak kusangka aku sebegitu rapuhnya….teringat kembali dulu pemikiran yang sempat telintas dibenakku….POLIGAMI, aku masih belum mampu dan siap untuk dipoligami…sangat berat…..Ternyata aku masih takut kehilanganmu suamiku….
For suamiku: Kapankah rasa cinta yang dulu ada bisa tumbuh kembali…?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar